Senin, 30 Maret 2015

Inovasi teknologi pada perusahaan jasa pengiriman logistik

Diposting oleh Unknown di 07.01 1 komentar
Dalam posting ini, saya akan membahas salah satu perusahaan jasa pengiriman logistik yaitu PT. Trans Pratama Logistik.



Berdiri di Indonesia pada tahun 2013, Trans Pratama Logistik adalah perusahaan transportasi Freight Forwarder internasional dan domestik yang bergerak di bidang jasa logistik dan yang dikenal paling inovatif untuk menjangkau dan memberikan solusi logistik yang komprehensif. Tim manajemen muda dan dinamis di Trans Pratama Logistik berperan besar dengan pemikiran mereka yang baru dengan mengadaptasi teknologi baru, menerapkan metode terbaru dan termodern di lapangan untuk membantu kebutuhan pelanggan. Trans Pratama Logistik juga di kenal dengan pelayanan kargo export impor yang tercepat dan terpercaya.

Jenis-jenis layanan produk dari Trans Pratama Logistik


  • Layanan Pengangkutan Laut
  1. FCL (Full Container Load) menawarkan fleksibilitas ketepatan jadwal, frekuensi tinggi pelayaran per port-pair, dan ketersedian peralatan.
  2. LCL (Less-Than-Container Load) sebuah produk konsolidasi harga kompetitif, LCL Offres tingkat tertinggi integritis jadwal.

  • Layanan Custom Clearance
         Menggabungkan persiapan semua deklarasi yang diperlukan dan pelaporan kepada pihak berwenang. Semua itu termasuk pra-filing elektronik, konsultasi bea cukai dan pengolahan dokumentasi serta penyegelan keamanan sertifikasi. Agen bea cukai kami adalah orang yang ahli dalam spesifikasi lokal, kondisi dan peraturan. Pengetahuan dasar ini memungkinkan mereka untuk menangani tugas-tugas administrasi secara lengkap dengan cepat dan komplikasi.


  • Layanan pengangkut muatan
Menawarkan solusi untuk penanganan profesional kargo dari berukuran besar dan berat.


  • Layanan truk dan kontainer
Memindahkan barang dari pabrik, pelabuhan dan dari gudang baik internasional, nasional, regional, dan antar distributor.


  • Layanan pengangkutan udara
Menawarkan pengiriman barang melalui jalur udara.


  • Layanan pengangkutan darat
Menawarkan pengiriman barang melalui darat.


  • Layanan gudang dan distribusi
Menawarkan fasilitas gudang yang sangat baik dan mengantarkannya ke berbagai tujuan.


  • Layanan pengiriman domestik

Pengiriman tepat waktu untuk semua kota di Indonesia yang aman dan nyaman dan tanggung jawab tidak lepas dari komitmen target kami. Jasa pengiriman yang kami layani adalah : Pengiriman peralatan kontruksi, truk, mini bus, cargo, motor, dll.



Untuk melalukan pemesanan dari produk-produk diatas atau hanya menanyakan harga dari produk diatas dapat menghubungi :

PT TRANS PRATAMA LOGISTICS.
Alamat: Jalan Kebon Bawang 5 No.30A-B Tanjung Priok DKI Jakarta 14320.
Nomor Telepon: 021-4300229 No Fax 021-4301176.
Email: cs@tp-logistics.co.id
Website: www.tp-logistics.co.id

Referensi :
  • http://seputarsemarang.com/trans-pratama-logistics/
  • http://www.transpratamalogistic.com/



Dyah Restika Putri A
12113742
2KA16

Minggu, 22 Maret 2015

Membahas perusahaan provider di Indonesia (INDOSAT)

Diposting oleh Unknown di 07.00 0 komentar
Dalam minggu ke-3 tugas Teori Organisasi Umum 2, saya diharuskan untuk membahas salah satu perusahaan provider  di Indonesia. Dalam kesempatan ini, saya akan membahas salah satu provider yaitu INDOSAT (Pt. Indosat Tbk).

Indosat adalah salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan saluran komunikasi untuk pengguna telepon genggam dengan pilihan pra bayar maupun pascabayar dengan merek jual Matrix, Mentari, dan IM3, jasa lainnya yang disediakan adalah saluran komunikasi via suara untuk telepon tetap (fixed) termasuk sambungan langsung internasional IDD (International Direct Dialing), serta jasa nirkabel dengan merk dagang StarOne. Perusahaan ini juga menyediakan layanan multimedia, internet, dan komunikasi data.

Pada tahun 2011 perusahaan ini menguasai 21 persen pangsa pasar dan pada tahun 2013 mengklaim memiliki 58,5 juta pelanggan untuk telpon genggam.


Situs investasi untuk Indonesia menyatakan bahwa Indosat kehilangan beberapa persen pasar pelanggan telepon genggamnya pada tahun tahun terakhir. Sementara situs lainnya (Onbile.com) menempatkan Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga pada tahun 2013 dibawah Telkomsel dan XL Axita.



Sejarah

Didirikan sebagai perusahaan modal asing oleh pemerintah Indonesia dengan nama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Persero), perusahaan ini mulai beroperasi pada September 1969 sebagai perusahaan komersil penyedia jasa sambungan langsung internasional (IDD). Perusahaan ini membangun, memindahkan, dan melakukan kaidah operasional sebuah organisasi telekomunikasi internasional (International Telecommunications Satellite Organization) disingkat Intelsat, untuk mengakses Intelstat lain (satelit) yang berada di Samudra Hindia dengan durasi kesepakatan 20 tahun hingga 1987. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Dikarenakan deregulasi peraturan telekomunikasi yang diberlakukan pemerintah dengan tujuan agar Telkom tidak lagi memonopoli bidang telekomunikasi di Indonesia; pada tahun 1999 dan 2000 Indosat kemudian mengubah tujuannya dari sebuah perusahaan penyedia jasa layanan sambungan langsung internasional menjadi penyedia jaringan telekomunikasi dan jasa komunikasi.  Pada tahun 2001 Indosat menandatangani perjanjian dengan Telkom untuk menghapuskan penguasaan saham silang pada berbagai perusahaan dan anak perusahaannya diantaranya Satelindo, Telkomsel, dan Lintasarta.

Pada tahun 2001 perusahaan ini mendirikan PT Indosat Multimedia Mobile (IM3) sebagai sebuah operator telepon genggam dengan jaringan GPRS dan layanan multimedia di Indonesia. Upaya ini dilanjutkan pada tahun 2006 dengan memperoleh ijin untuk jaringan 3G dan memperkenalkan jaringan 3.5G untuk Jakarta dan Surabaya.

Ditahun yang sama berdasarkan keputusan Menhub No. KP 130 Tahun 2003, Indosat mendapatkan izin penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap secara nasional, dengan cakupan terbatas di Surabaya dan Jakarta. Lisensi ini melekat pada anak perusahaan Indosat StarOne, dimana Starone memegang lisensi untuk sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), dan jaringan telepon tetap.

Satelit

Pada akhir 31 Agustus 2009 Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengumumkan peluncuran satelit Palapa-D milik perusahaan menuju orbit 113 BT, peluncuran dilakukan di Xichang, Cina. Satelit Palapa-D memiliki berat 4,1 ton (pada saat peluncuran), memakan daya 7500 watt, dan memiliki kapasitas 120 persen lebih besar dari satelit yang digantikan yaitu satelit Palapa-C2 yang akan habis masa operasinya pada 2011.

Pembangunan satelit Palapa-D dimulai sejak 2004, memakan biaya sebanyak 200-300 juta dolar A.S. dan akan beroperasi hingga 2024. Satelit Palapa-D dibuat oleh Thales Alenia Space France (Perancis) berdasarkan platform Spacebus-4000B3. Satelit ini diluncurkan menggunakan roket Chinese Long March 3B. Jangkauan satelit termasuk negara-negara ASEAN, negara-negara Asia, timur Tengah dan Australia. Untuk upaya pemeliharaannya perangkatnya Indosat menyiapkan dan meresmikan Gedung Satelit Palapa berlantai dua pada 14 Agustus 2009 dengan luas 2.500m2 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat sebagai lokasi pengendali dan pengawas trafik. Serta mengirimkan sejumlah tenaga muda pun pelatihan di Perancis.


Kelebihan dan kelemahan penggunaan Indosat

Kelebihan Indosat

·       Bisa pindah skema tarif sesuka hati, bagi anda pengguna IM3 bisa pindah tarif ke kartu Mentari dan begitu pula sebaliknya, sesuka kamu yang mana menurut kamu murah.
·       Mempunyai paket Internet Unlimited tanpa batas, dan paket Kuota yang murah pas buat kantong orang menengah.
·    Mempunyai jaringan WiFI, dengan nama Brand Super Wifi yang bisa di akses secara gratis.
·      Tarif Roaming yang murah, karena di dukung oleh induk usahanya yaitu qatar telekom sekarang Oredoo yang mempunyai anak perusahaan di berbagai negara.
·   Masa aktif indosat yang akumulatif adalah salah satu kelebihan dari kartu indosat dibanding kartu lainnya.
·        SMS murah dengan paket sms indosat adalah salah satu paket sms terbaik diantara paket sms kartu lainnya. Paket sms indosat yang ditawarkan indosat juga bersifat akumulatif dan tidak hangus.
·      Ada program senyum indosat  yaitu setiap pengguna indosat yang mengisi pulsa akan mendapatkan poin. Dimana poin yang kita dapatkan bisa di tukar dengan gratis bicara, gratis sms, gratis data internet dan tambahan masa aktif.
·         Ada aplikasi yang mendukung mengenai isi pulsa dan informasi tentang kartu yang kita gunakan dengan Indosat Assistant (Instant). Aplikasi ini menawarkan fasilitas mengenai informasi tentang kartu indosat pengguna seperti pulsa indosat, paket indosat yang digunakan saat ini dan informasi mengenai customer service dan lalin-lain.
·         Telah tersedianya jaringan 4G-LTE dengan kecepatan download hingga 185 Mbps dan upload hingga 41 Mbps.

                 Kekurangan

·     Jaringan 3Gnya masih kurang luas, masih berpusat di jawa saja dan sebagian kecil berada di luar pulau jawa, di pakai di pinggiran kota sinyal 3Gnya timbul tenggelam.
·  Dipakai keluar kota Indosat masih belum bisa di andalkan, karena Indosat hanya bermodalkan Kurang lebih 22.449 termasuk (4.781 BTS 3G) BTS saja. Beda dengan XL 41.293 unit BTS termasuk (14.186 BTS 3G) dan Telkomsel 54.297 unit BTS termasuk 11.675 BTS 3G.
·   Untuk paket internet yang ditawarkan oleh indosat kurang memuaskan karena lebih banyak dibatasi oleh waktu penggunaan internet tersebut.
·   Dan untuk jaringan 4G-LTE hanay tersedia di kota-kota besar sementara di daerah pinggiran sama sekali tidak mendapat sinyal 4G-LTE.

Laba bersih Indosat
PT Indosat Tbk (ISAT) sepakat membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 34,52 per saham. Dividen itu setara 50% dari laba bersih perseroan tahun buku 2012 senilai Rp 375,1 miliar, atau sebesar Rp 187,5 miliar. Pendapatan konsolidasi sepanjang tahun 2012 naik 9,2% menjadi Rp 22,4 triliun. Namun, laba bersih perseroan sepanjang tahun 2012 turun 61,3% menjadi Rp 375,1 miliar.

Pada akhir 2012, perseroan milik investor Qatar ini membukukan laba bersih sebesar Rp 375,1 miliar. Dengan alokasi 50% dana untuk dividen, perusahaan bakal menggelontorkan uang bagi pemegang saham sebesar Rp 187,5 miliar.Kinerja perusahaan sepanjang 2012 mencatat pendapatan sebesar Rp 22,42 triliun. Dibandingkan setahun sebelumnya, pendapatan itu naik 9,21% dari Rp 20,52 triliun. 

Indosat sejatinya mencatat pendapatan yang cukup mentereng pada semester I 2013, yakni Rp 11,708 triliun. Raihan ini naik 14,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2012 yang 'cuma' meraup Rp 10,256 triliun. Namun lantaran harus membayar beban utang dan berinvestasi untuk modernisasi jaringan, laba usaha Indosat harus turun 15,5%, dari Rp 1,412 triliun menjadi Rp 1,193 triliun pada periode yang ditutup pada 30 Juni 2013 tersebut.

Pada tahun 2014, Indosat mendulang laba bersih pada semester I/2014 sebesar Rp226,28 miliar, meroket dari rugi bersih pada semester I tahun lalu Rp231,15 miliar. 

Per akhir Juni 2014, total liabilitas ISAT Rp35,88 triliun, naik 5,58% dari akhir Desember 2013 sebesar Rp38 triliun. Utang jangka pendek per akhir semester I/2914 mencapai Rp698,92 miliar. Adapun, total ekuitas ISAT Rp16,34 triliun. 


Alexander Rusli - CEO Indosat

       Berapa jumlah pengguna Indosat?


Indosat sebagai operator terbesar ketiga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Indosat memiliki 59,7 juta pelanggan pada Q1, sedangkan menurut IndoTelko jumlah pelanggan perusahaan ini berkurang menjadi 54,3 juta pada Q3. Namun Indosat mengklaim telah mengalami peningkatan trafik data yang signifikan dengan total 55.467 terabyte, dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang mencapai 17.646 terabyte.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Indosat
http://www.infodantips.com/2014/11/kelebihan-dan-kekurangan-kartu-indosat.html
http://rizkyattyullah.blogdetik.com/2013/12/15/kelebihan-dan-kekurangan-memakai-indosat.html
http://indosat.com/id/personal/internet-blackberry/4g-lte
http://bisnis.liputan6.com/read/616338/separuh-laba-indosat-2013-dibagikan-ke-pemegang-saham
http://finance.detik.com/read/2013/06/18/164637/2277088/6/laba-anjlok-indosat-masih-bisa-bagi-dividen-rp-1875-miliar
http://market.bisnis.com/read/20140905/192/255263/indosat-isat-kantongi-laba-bersih-rp22628-miliar
http://id.techinasia.com/laporan-kinerja-finansial-xl-telkom-indosat-q3-2014/
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CBsQFjAA&url=http%3A%2F%2Fid.techinasia.com%2Flaporan-kinerja-finansial-xl-telkom-indosat-q3-2014%2F&ei=GMQOVbLaM4KSuQSisoKIAw&usg=AFQjCNElrkb7bN9wdAobD6AKnxoBNL18wA&sig2=X6xUMqPStHMZrV-IB_Nl3Q


Nama  : Dyah Restika Putri A
NPM    : 12113742
Kelas   : 2KA16

Minggu, 15 Maret 2015

Peran IT dalam menghadapi MDGs 2015

Diposting oleh Unknown di 01.37 0 komentar
Apa itu MDGs 2015?

Millennium Development Goals (MDGs) atau  “Tujuan Pembangunan Milenium”, adalah sebuah paradigma pembangunan global yang  dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang  sangat  mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan.

Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu:

1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan,
2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua,
3. Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan,
4. Menurunkan Angka Kematian Anak,
5. Meningkatkan Kesehatan Ibu,
6. Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya,
7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup, dan
8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.

Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Negara-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya, termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.


Sebagai salah satu negara yang ikut menandatangani deklarasi MDGs, Indonesia mempunyai komitmen untuk melaksanakannya serta menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan program pembangunan nasional baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada hakikatnya setiap tujuan dan target MDGs telah sejalan dengan program pemerintah jauh sebelum MDGs menjadi agenda pembangunan global dideklarasikan. Potret dari kemakmuran rakyat diukur melalui berbagai indikator seperti bertambah tingginya tingkat pendapatan penduduk dari waktu ke waktu, kualitas pendidikan dan derajat kesehatan yang membaik, bertambah banyaknya penduduk yang menempati rumah layak huni, lingkungan permukiman yang nyaman bebas dari gangguan alam dan aman. Penduduk mempunyai kesempatan untuk mengakses sumber daya yang tersedia, lapangan kerja yang terbuka untuk semua penduduk, serta terbebas dari kemiskinan dan kelaparan.


Peran IT dalam MDGs 2015

Bangsa yang kuat tingkat daya saingnya adalah yang menguasai teknologi dan mempunyai sistem inovasi yang kuat. Untuk mendukung percepatan pencapaian MDGs, maka inovasi-inovasi yang diunggulkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi adalah yang berpihak dalam pertumbuhan ekonomi (pro growth), membuka kesempatan kerja (pro job), mengentasan kemiskinan (pro poor), dan berwawasan lingkungan (pro environment).

Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi, untuk meningkatkan akses komunikasi dan informasi, sektor swasta telah membuat investasi besar ke dalam teknologi informasi dan komunikasi, dan akses pada telepon genggam, jaringan PSTN, dan komunikasi internet telah meningkat sangat pesat selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2009, sekitar 82,41 persen dari penduduk Indonesia telah mempunyai akses pada telepon seluler.

Dalam bidang teknologi pengolahan air, air limbah, energi terbarkan, daur ulang, dan sanitasi, air bersih dan sanitasi  penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang merupakan salah satu dari target MDGs yang dicanangkan PBB. Untuk sanitasi, Indonesia menargetkan sanitasi akan berkembang dari individul, komunal, hingga ke skala kota.

Sementara pembuangan air dan limbah meningkat, sehingga mendorong terjadinya pencemaran dan pengambilan air tanah secara berlebihan. Namun, berbagai upaya yang kreatif akan mampu mengatasinya, termasuk penggunaan teknologi akan bisa mempercepat. Indonesia membutuhkan teknologi yang berkaitan dengan air, limbah, dan energi terbaru untuk membuat kebutuhan air bersih untuk kehidupan masyarakat.

Apalagi PDAM hanya mampu memenuhi 55,04 persen kebutuhan air bersih, padahal target MDGs 2015 adalag 68,87 persen, sehingga perlu keterlibatan kalangan swasta dalam pengembangan PDAM, baik swasta nasional maupun swasta asing yang bergerak dalam bidang teknologi pengolahan air, air limbah, energi terbarukan, dan sanitasi. 

Pendapat saya terhadap MDGs dan peran IT

Pendapat saya mengenai MDGs awalnya saya tidak tahu apa yang dimaksud MDgs, tetapi ketika saya mencari tahu akhirnya saya mengerti apa yang dimaksud dan tujuan dari MDGs. Menurut saya, dalam bidang Komunikasi, Indonesia sudah berhasil dalam membuat akses pada telepon seluler apalagi dalam akses internet yang rata-rata orang Indonesia sudah bisa mengaksesnya. Dan dalam bidang teknologi air bersih, menurut saya Indonesia belum bisa menyediakan teknologi untuk membuat air bersih, kalaupun Indonesia sudah mempunyai alat untuk menyediakan air bersih tapi pasti alat itu akan digunakan di dalam perkotaan, sementara Indonesia mempunyai banyak pedesaan yang belum bisa merasakan air bersih. Saya harap Indonesia dapat berhasil menghadapi MDGs mengingat waktu pelaksanaan MDgs tinggal beberapa bulan lagi.

Referensi :

http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/116-desember-2010/992-delapan-sasaran-mdgs.html
http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/14039
http://id.wikipedia.org/wiki/Tujuan_Pembangunan_Milenium
http://inspirasibangsa.com/mentri-pu-pdam-se-indonesia-sehat-di-tahun-2019/

http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/13/apa-itu-mdgs-583450.html

Minggu, 08 Maret 2015

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

Diposting oleh Unknown di 08.00 0 komentar
Apa yang dimaksud dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN?
Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah salah satu keputusan Bali Concord II,  yang mensyaratkan sebelum 2015 Asia Tenggara akan menjadi satu pasar tunggal dan basis produksi. Semua arus perdagangan dibebaskan dari biaya tarif yang selama ini menjadi penghalang perdagangan dan implementasi proteksionisme. Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta dapat menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. 
Pembentukan pasar tunggal nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain diseluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.

Apa keuntungan MEA bagi negara-negara yang berada di Asia Tenggara?
Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar. Selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara.
Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.
Namun laporan ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi.
Beberapa keuntungan MEA yang lain adalah MEA akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM), diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global.

Apa hubungan MEA dengan Teknologi Informasi?
Teknologi informasi yang ada saat ini, bisa dijadikan Indonesia sebagai peluang dalam menghadapi MEA 2015. Jika teknologi informasi dikaitkan dengan AEC 2015 itu bisa singkron, sebab dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masyarakat Indonesia harus bisa menggunakan handphone sebagai alat informasi mereka. Dalam AEC 2015 nanti, banyak pihak asing yang masuk ke Indonesia untuk menanamkan investasinya diberbagai bidang, baik bidang pertanian, perternakan, dll. Maraknya teknologi informasi saat ini bisa dijadikan peluang bagi Indonesia dalam menghadapi MEA 2015. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia pada saat ini jika dilihat dari teknologi informasi juga bisa membantu Indonesia, sebab setengah lebih penduduk Indonesia sudah bisa memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat informasi mereka dengan pihak ataupun investor asing yang datang ke Indonesia.
Dalam hal ini kendala sistem informasi yang terjadi di indonesia menjadi masalah yang menjadi point penting dalam pengembangan teknologi yang terjadi di Indonesia dalam mempersiapkan AEC selain dari persiapan sektor pendidikan yang matang untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing dengan bangsa ASEAN lainnya nanti. Jika hal ini tidak di persiapkan secara baik, bisa sangat merugikan bagi perkembangan laju ekonomi dan persaingan antar negara ASEAN, namun jika sektor perbaikan SDM dan pemerintah menangani secara masalah tersebut serta perbaikan struktur dan infrastruktur sistem informasi ini bisa menjadi kendali dalam menstabilkan kondisi negara dan bahkan mampu meningkatkan kualitas indonesia untuk menghadapi AEC 2015. 

Referensi :

Powerpoint Tugas 1 : Komunikasi

http://www.slideshare.net/restikagst/tugas-1-dyah-restika

Selasa, 23 Desember 2014

Tugas 3 : Komunikasi, organisasi, dan kepemimpinan

Diposting oleh Unknown di 05.51 0 komentar
Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.

Unsur - Unsur Penting Dalam Komunikasi
  •        Sumber

          Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut juga komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau decoder.

  •      Pesan

          Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.

  •      Media.

         Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.

  •      Penerima.

         Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver.

  •       Efek

          Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. (De Fleur, 1982)

  •       Umpan Balik.

        Adalah suatu bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.

Bagaimana menyalurkan ide melalui komunikasi.
          Dalam ilmu komunikasi juga dikenal beberapa macam tipe komunikasi. Joseph A. DeVito seorang professor komunikasi di City University of New York dalam bukunya Communicology membagi komunikasi atas empat macam yaitu : komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi publik dan komunikasi massa.
          Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
         Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

•           Ide (gagasan)
•           Perumusan
            Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
•           Penyaluran (Transmitting)
            Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
•           Tindakan
            Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
•           Penerimaan
          Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).

          Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.

Hambatan-hambatan komunikasi dalam organisasi
Proses komunikasi tidak akan berjalan lancar jika terjadi gangguan dalam komunikasi. Berikut adalah hambatan dalam komunikasi :

•           Hambatan Teknis
Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi. Sehingga  saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien sebagai media komunikasi. Menurut Chruden dan Sherman, dalam bukunya  Personnel Management , 1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi :

a.         Tidak adanya rencana dan prosedur kerja yang jelas
b.         Kurangnya informasi atau penjelasan.
c.         Kurangnya keterampilan membaca.
d.         Pemilihan media (saluran) yang kurang tepat.

  • Hambatan Semantik

Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikan dan komunikator), tapi seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan dengan apa yang di simbolkannya dapat mengakibatkan data yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari misi komunikasi yang seperti ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihai kemungkinan penafsirannya  terhadap kata-kata yang dipakai.
  • Hambatan Manusiawi

Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, presepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan panca indera manusia,dll.

  Klasifikasi komunikasi dalam organisasi
Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari beberapa segi :

1.         Dari segi sifatnya :

a.         Komunikasi Lisan
komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara. Cth: presentasi.

b.         Komunukasi Tertulis
komunikasi melalui tulisan. Cth: email

c.         Komunikasi Verbal
komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan. Cth: curhat

d.         Komunikasi Non Verbal
komunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat). cth: seseorang yang nerves (gemetar)

2.         Dari segi arahnya :

a.         Komunikasi Ke atas
komunikasi dari bawahan ke atasan

b.         Komunikasi Ke bawah
komunikasi dari atasan ke bawahan

c.         Komunikasi Horizontal
komunikasi ke sesama manusia / setingkat komunikasi Satu Arah cth: pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)

d.         Komunikasi Dua Arah
berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi

3.         Menurut Lawannya :

a.         Komunikasi Satu Lawan Satu
berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya. Cth:berbicara melalui telepon

b.         Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok. Cth: kelompok satpam menginterogasi maling

c.         Kelompok Lawan Kelompok
berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Cth: debat partai politik

4.         Menurut Keresmiannya :

a.         Komunikasi Formal
komunikasi yang berlangsung resmi. Cth: rapat pemegang saham

b.         Komunikasi Informal
komunikasi yang tidak resmi. Cth : berbicara dengan teman.

Faktor-faktor  perubahan organisasi
Dalam organisasi pada hakekatnya itu terdapat beberapa faktor – faktor yang menyebabkan suatu perubahan dalam organisasi tersebut.Setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi itu sangatlah berpengaruh besar terhadap perkembangan atau bahkan penurunan dari organisasi tersebut :

•           Faktor Ekstern ( Faktor Diluar Organisasi )
Faktor ekstern adalah faktor yang terjadi di luar sebuah organisasi tersebut,contohnya itu seperti : faktor Teknologi dan Pemerintahan yang mendukung suatu organisasi tersebut itu dapat berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.Selain itu ada lagi faktor ekstern seperti : Selera pasar yang semakin hari semakin cepat berubah tergantung dari selera konsumen,jadi perubahan tersebut sangat cepat terjadi.

•           Faktor Intern ( Faktor Didalam Organisasi )
Faktor Intern adalah faktor yang terjadi di dalam sebuah organisasi tersebut,contohnya itu seperti : faktor anggaran dalam organisasi itu,jadi yang menyebabkan perubahan dalam organisasi tersebut karena faktor anggaran adalah sistem atau kinerja dalam organisasi tersebut,misalnya anggaran yang lama tidak memiliki suatu peningkatan atau hanya disitu – situ saja,tetapi setelah adanya perubahan sistem anggaran yang baru dalam organisasi tersebut,anggaran organisasi tersebut menjadi meningkat dan manajemen keuangannya juga bagus,itulah salah satu contoh perubahan intern dalam organisasi.

Ciri-ciri pengembangan organisasi
Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.         Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.

2.         Perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.

3.         Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.

4.         Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.

5.         Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.

6.         Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.

7.         Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

Proses Perubahan Organisasi
Proses terjadinya suatu perubahan di dalam organisasi meliputi enam tahap, yaitu :
•           Tekanan dan Desakan.
Pada tahap ini manajemen tingkat atas mulai merasakan adanya masalah, tekanan, desakan dan kebutuhan akan suatu perubahan. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan produktivitas, volume penjualan dan laba, perputaran tenaga kerja tinggi dan kalahnya persaingan produk dipasaran, dan sebagainya.

•           Intervensi dan Reorientasi.
Setelah merasakan adanya tekanan dan desakan, para manajer mulai mencoba berusaha menyelesaikannya dengan mencari dan menentukan serta merumuskan permasalahan, untuk itu mereka biasanya menyewa seseorang atau beberapa konsultan atau bisa juga pihak internal (karyawan perusahaan) sebagai pengantar perubahan.

•           Diagnosa dan Pengenalan Masalah.
Pada tahap ini pengantar perubahan mulai mengumpulkan berbagai informasi (data), kemudian menganalisanya. Masalah yang paling penting dikenali dan diperhatikan untuk dipecahkan.

•           Penemuan dan Komitmen penyelesaian
Pada tahap ke empat ini, pengantar perubahan dan merangsang pemikiran, kretivitas serta mulai meninggalkan “metode-metode kerja lama”, menggantinya dengan mtode-metode baru yang lebih afektif. Begitu juga untuk penyesuaian dibuatlah rencana program-program latihan, keterampilan, peningkatan wawasan, dll.

•           Percobaan dan Pencarian Hasil.
Setelah alternatif terbaik untuk penyelesaian ditemukan dan dikembangkan, selanjutnya diadakan percobaan penerapannya untuk diketahui hasilnya.

•           Penguatan dan Penerimaan.
Pada tahap ini, setelah penerapan program-program kegiatan dalam rangka penyesuaian dengan perubahan ataupun pengembangannya telah berhasil dan sesuai dengan keinginan, maka kegiatan untuk perubahan tersebut diusahakan harus diterima oleh para karyawan dan menjadi penguat yang dapat mengikat semua karyawan pada perubahan.

Metode Pengembangan Organisasi
1.         Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu.

a.         Jaringan Manajerial
Jaringan Manajerial atau kisi manajerial (manajerial grid) adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan manajerial.

b.         Latihan Kepekaan
Latihan Kepekaan (sensitivity training) merupakan latihan dalam kelompok

c.         Pembentukan Tim
Pembentukan Tim (team building) merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim (team building).

d.         Umpan Balik Survai
Umpan Balik Survai (survay feedback) adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, serta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.

2.         Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi. Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.

Pengertian kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi. Berbagai pandangan atau pendapat mengenai batasan atau definisi kepemimpinan di atas, memberikan gambaran bahwa kepemimpinan dilihat dari sudut pendekatan apapun mempunyai sifat universal dan merupakan suatu gejala sosial.

Tipe- Tipe Kepemimpinan
Ada enam tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara luas :

1.         Tipe pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang :
•           Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
•           Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
•           Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata.
•           Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat.
•           Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya.
•           Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum).

2.         Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat :
•           Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya.
•           Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya.
•           Senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan.
•           Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan.
•           Sukar menerima kritikkan dari bawahan.
•           Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan.

3.         Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang :
•           Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
•           Bersikap terlalu melindungi
•           Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
•           Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
•           Sering bersikap maha tahu

4.         Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5.         Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
•           Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
•           Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
•           Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
•           Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya

6.         Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
•           Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk termulia di dunia
•           Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya
•           Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya
•           Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
•           Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
•           Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
•       Para bawahannya dilibatkan secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.

Teori-teori kepempinan
1.         Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan  bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
•           pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
•           sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
•           kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.

Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

2.         Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

a.         konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri  ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
b.         berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.

Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.

3.         Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
•           Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
•           Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
•           Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
•           Norma yang dianut kelompok;
•           Rentang kendali;
•           Ancaman dari luar organisasi;
•           Tingkat stress;
•           Iklim yang terdapat dalam organisasi.

Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:

a.         Model kontinuum Otokratik-Demokratik
Gaya dan perilaku  kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol  ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai  perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.

b.         Model ” Interaksi Atasan-Bawahan” :
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan.

Seorang  akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila:
•           Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik;
•           Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi;
•           Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.

c.         Model Situasional
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah :
•           Memberitahukan;
•           Menjual;
•           Mengajak bawahan berperan serta;
•           Melakukan pendelegasian.

d.         Model ” Jalan- Tujuan “
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut   harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.

e.         Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya.
Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.

Pendapat :
Menurut saya, komunikasi adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Manusia tidak bisa lepas dari komunikasi, komunikasi sendiri bisa dilakukan dengan cara berbicara maupun dengan menggunakan bahasa isyarat sekalipun. Komunikasi juga mempunyai hambatannya tersendiri tergantung dengan si penerima menerima sumber komunikasi dari kita. Komunikasi sendiri terikat dengan suatu organisasi, organisasi bisa terorganisir dengan baik berkat komunikasi yang baik dan efisien sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam suatu organisasi. Didalam organisasi sendiri berkaitan dengan kepemimpinan, kepemimpinan diperlukan untuk memimpin dan mengarahkan organisasi kepada tujuan yang baik. Jadi, komunikasi, organisasi, dan kepemimpinan saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

Referensi :

 

Restika's Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review